Saat Yang Lain Hujat Milenial, Ngalup Coworking Space Malah Jadi Sobat Kental

Beberapa waktu belakangan, milenial lagi jadi pembicaraan. Yup, mulai dari dasar pengkategoriannya sampai tingkah polah mereka, jadi perdebatan. Nggak salah sih, sebutan milenial tampaknya memang lagi menari-nari di permukaan benak para masyarakat, khususnya netizen.

Lantas, apa sih milenial itu sebenarnya? Dilansir dari tirto.id, para sosiolog membagi manusia jadi beberapa genarasi, yakni Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z. Lebih lanjut, masih menurut tirto.id, milenial merupakan kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980 sampai 1997. Jadi, apa kamu termasuk milenial gengs? Kalau saya sih iya, hehe..

Sebagai generasi milenial, saya sedih sebetulnya melihat ada banyak yang menghujat generasi ini. Milenial kerap dibilang nggak tau selera musik, taunya cuma musik-musik ala DWP. Ada juga yang bilang, milenial anaknya males-males, ogah kerja. Sekalinya kerja kok yo sambatan alias suka ngeluh. Duh! Milenial milenial, sekalinya hidup kok bisanya bikin geleng-geleng kepala aja.

ngalup.co_41955913_300581164103511_7096613471718866014_n

Salah satu kelas yang digelar Ngalup tentang membuat website. Kelas semacam ini wajib banget diikuti buat para Milenials yang mau usahanya go online (Credit: instagram.com/ngalup.co)

Yang barangkali nggak dimengerti, kami, atau setidaknya saya, sebagai generasi milenial betul-betul berada di dua jaman yang berbeda. Pertama, saya ngerasain banget dibesarkan dengan sistem hidup, sistem pendidikan, yang berlaku di masanya, alias sistem-sistem yang dibikin berdasarkan pemikiran orang-orang jaman lawas.

Yup, orang-orang jaman lawas ini artinya orang-orang yang hidup di jaman orde baru. Menurut As’ad Muzammil dalam jurnal Potensia Volume 2, orang-orang di era tersebut berkarakteristik lemah, tidak berperan fragmentatif, ketakutan, disarkulatif dan involutif.

Kebayang banget dong kalau anak-anak seperti saya dibesarkan oleh orang-orang yang seperti itu? Beserta sistem hidup yang represif dan berciri ‘asal bapak senang’. Yes, boro-boro mikir break the rules, saya ngerasain banget apa-apa harus sesuai aturan, termasuk proyeksi masa depan.

ngalup.co_42003080_319384308794956_7029709981107830967_n

Kalau kelas yang satu ini adalah soal membangun merk lewat video, jadi peserta diajarkan mulai dari teori hingga praktik membuat video. Hem, sayang banget kan kalau dilewatkan? (Credit: instagram.com/ngalup.co)

Kalau ditanya mau jadi apa, jawabannya nggak jauh-jauh dari profesi yang konvensional, semacam polisi, dokter, pilot, sama insinyur. Profesi-profesi yang sebetulnya dalam dunia nyata nggak jauh-jauh dari sistem yang sudah ada, profesi yang masih begitu tergantung pada sistem pemerintahan.

Namun ketika saya beranjak dewasa, saya menghadapi sebuah perubahan era yang luar biasa pesatnya. Sekedar pintar, rajin belajar dan bercita-cita jadi dokter doang nggak cukup. Era yang ada di depan saya adalah era dimana saya harus break the rules, berorientasi pada perkembangan teknologi, serta berani jadi creator. Sementara saya, nggak dibekali senjata untuk menghadapi itu semua. Pusing dong? Mental-mental yang kadung dibangun ini lho semacam mental-mental pendamba hidup sekedar enak semacam jadi PNS, pegawai tetap, dll.

Terlebih lagi perkembangan teknologi yang begitu pesat, rasanya salah banget kalau nggak mengejarnya cepat-cepat. Iya, saya tahu, saya dan milenial lainnya hidup dan bertumbuh bersama seabreg teknologi ini. Tapi, apa iya kami-kami ini betul-betul menguasai semuanya? Sementara rutinitas kami nggak melulu bergelut dengan itu. Itu lho, kami tuh masih disuruh bikin kerajinan menghias telur paskah di kala anak-anak di belahan dunia lain sudah belajar ngerakit robot. Sekali lagi, milenial adalah generasi yang dibesarkan dengan cara yang tidak dipersiapkan untuk masa depan.

ngalup.co_43985166_575181872936936_8565726028906653665_n

Sementara kelas yang ini ngajarin tentang Panduan Dunia Digital. Mulai dari pengenalan hingga cara mengetahui aktivitas toko online kita. (Credit: instagram.com/ngalup.co)

Di tengah segala kebingungan tak tahu arah ini, saya menemukan Ngalup Coworking Space. Hem, bagai oase di tengah padang pasir, ada semangat produktif yang selalu di-encourage oleh Ngalup Coworking Space. Saya yang biasanya males-malesan, berasa tertampar melihat bagaimana para milenial seusia saya banyak yang ngeramein setiap kelasnya baik sebagai pembicara maupun sebagai peserta.

Di Ngalup Coworking Space selalu dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang bersiap dengan tantangan hidup hari ini. Mereka adalah milenial yang sudah gerah dengan dongeng-dongeng orang tua yang nyuruh daftar CPNS tiap tahun. Mereka adalah orang-orang yang super tertarik untuk wujudkan ide-ide kreatif mereka, lebih dari sekedar berkarya, tapi juga bermanfaat bagi sesama. Orang-orang yang nggak melulu mau idup enak doang, tapi berjuang dan mendistraksi sistem yang ada. Break the rules, dan peka pada kebutuhan masyarakat hari ini.

Kelas-kelas di Ngalup Coworking Space selalu sesuai dengan kebutuhan zaman naaow. Sebut saja kelas-kelas yang diisi oleh para pendiri start up sampai para pengusaha UMKM. Seperti contohnya kelas yang diisi oleh Dinar Hana ST,. MT., seorang CEO dari Abundent. Apa sih Abundent itu? Abundent adalah perusahaan transformasi digital dan big data analytics. Please dong, udah pada tahu big data kan? Tahu algoritma kan?

ngalup.co_44686729_173624276926039_5206851751055900191_n

(Credit: instagram.com/ngalup.co)

Dinar mengisi kelas bertajuk ‘How to prepare your business for the artificial inteligence revolution’. Hem, jelas kelas ini dibutuhin banget kan sama kita-kita yang lagi diterpa gelombang digitalisasi yang masif. Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan sahabat, kalau hal-hal beginian nggak mulai jadi concern, mau jadi apaaa kita hadapi dunia?

ngalup.co_41761937_317551365494827_5047947721051007875_n

(Credit: instagram.com/ngalup.co)

Nggak cuma itu, milenial yang masih so young macam saya ini, sudah punya ambisi untuk bangun berbagai usaha. Ngalup Coworking Space nggak segan-segan gelar kelas soal saham. Nah lho, anak kemarin sore nih, udah pada main saham. Yup, bersama Komunitas Investor Saham Pemula (ISP), Frisca Devi Choirina paparkan soal saham dari A sampai Z. Hal-hal seperti ini lho yang jadi kebutuhan milenial, yang nggak diajarin di sekolah, yang nggak masuk dalam sistem pendidikan kita. Hih, gemesh!

Banner Ngalup

Karenanya, nggak salah banget deh kalau saya berani bilang bahwa Ngalup Coworking Space adalah wadahnya Milenial banget. Seabreg kreativitas beserta ide-ide inovatif kami bisa dishare, didiskusikan, bahkan bisa berkembang di sana. Makanya, rajin-rajin deh cek timeline Ngalup Coworking Space, biar nggak ketinggalan kelas-kelasnya yang barangkali jadi awal kesuksesanmu, buktikan bahwa Milenial nggak melulu doyan drama macam Awkarin!

Namun sebetulnya, Ngalup Coworking Space tidak hanya gelar kelas doang lho. Yang paling penting Ngalup bisa jadi kantor buat kalian para pemilik start up atau bisnis online. Yup, hari gini bikin kantor sendiri kadang mikir-mikir dulu ya, tapi Ngalup sediakan fasilitas ala kantor yang nyaman untuk disewa. Mulai dari wifi, listrik, dll. Ini solusi banget kan buat Milenial yang nggak sabar untuk seriusi bisnisnya?

 

Penulis adalah blogger anyaran yang tersobsesi jadi anggota dari Blogger Ngalam, 😀

Logo Blogger Ngalam edited

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s