4 Laki-Laki dan 1 Tanggal di Bulan Juni

people-jumping-silhouettes-beach-water-reflections-sunset

Sebagai perempuan yang entah kenapa sejak kecil lebih nyaman bergaul dengan kaum adam, bersahabat dengan lelaki rasanya sudah sangat biasa. Karenanya, saya sering heran sama anggapan orang bahwa perempuan dan lelaki kalau bersahabat itu pasti friendzone alias ada salah satu yang naksir. Tapi di tengah keheranan itu, saya sendiri pernah buktikan kalau anggapan itu benar adanya hanya saja frekuensinya kecil. Katakanlah dari bersahabat dengan 5 lelaki, cuma 1 yang ada rasa ulala itu.

Bersahabat dengan lelaki mengantarkan saya pada kesimpulan bahwa saya super cocok sohiban sama lelaki berzodiak Gemini. Eits, disclaimer dulu sebelum saya dihujat. Saya nih nggak percaya ramalan zodiac lho ya, dalam konteks ini saya Cuma memakai kategorisasinya saja. Saya sendiri berzodiak pisces, mungkinkah memang sudah banyak terjadi persahabatan antara pisces dan Gemini yang langgeng? Entah juga.

Setidaknya ada 4 lelaki berzodiak ini yang jadi sohib baik saya sampai sekarang. Sebut saja Mas Anin, Mas Dani, Mas Decki, dan Mas Tom. Keempatnya miliki pola interaksi yang berbeda, namun keempatnya adalah orang-orang yang paling bisa memahami isi otak saya.

Sebut saja mas Anin, dia itu sejak awal melihat saya bicara di salah satu forum, sudah semacam tau kalau saya berbeda. Saya inget banget waktu itu saya terlibat dalam forum di organisasi kampus yang diskusikan soal tema pameran foto. Saya lemparkan ide yang nggak popular, yakni tema tentang fasilitas umum. Maksud saya, dari pameran foto ini ada pesan yang ingin disampaikan yakni kritik pada pemerintah tentang fasilitas umum serta melihat bagaimana sih fasilitas umum ini dipakai, sudah sesuai kah atau gimana.

5188345441-9c4cb2febd-b-8cb6c49a4b514fab7b5e6144e37501e7-3d243d58774aeaeb1f153a58036d3cbf

Mendengar ide yang nggak popular itu, orang-orang di forum cuma bengong, dan barangkali mbatin anak semester 1 omongan e KYY (Koyok Yok-Yok o alias sok banget). Yang merespon dan mau mendatangi saya untuk diskusikan lebih jauh cuma 1, mas Anin. Semenjak itu mas Anin jadi salah satu temen diskusi paling nyambung soal organisasi dan leadership.

Kelar ketemu mas Anin di semester awal, saya lantas kenal dengan Mas Decki. Dia sudah seperti mentor saya sebab dia ngajarin saya banyak hal terutama tentang bersosial. Selain itu, ngomongin apa-apa yang idealis beserta hal-hal filosofis lainnya, saya super nyambunglah sama mas ini. Oia, soal ngajarin pentingnya bersosial, dia tuh kritik keengganan saya untuk ‘kumpul ambek menungso’. Ucapannya yang paling saya ingat adalah “Koen iku lapo se isin bersosial? Koen iku gak cacat, koen yo gak kere! Ganok alasan lho!”. Sungguh itu menohok sekali. Sejak itu saya mulai banyak perbaiki diri, mulai dari pola pikir sampai cara bajuan.

Kelar ketemu mas Decki, Tuhan pertemukan saya dengan mas Dani. Sebetulnya saya dan mas Dani ini sudah kenal dari awal kuliah, tapi baru benar-benar sohiban di semester-semester akhir. Mas Dani ini punya seabreg pertanyaan soal hidup yang sering dishare sama saya. Saya senang diajak menemukan jawabannya, sudah kayak nemu teka-teki silang yang berhadiah kapal. Kami setiap hari menukar pertanyaan, mulai dari apa saja resiko jika LGBT dilegalkan sampai kenapa orang marah-marah kalau dibilang gendut.

Selain itu, kami juga paling nyambung ngomongin soal analisis wacana kritis kala itu. Mas Dani juga sempat kasih saya buku tentang menjadi wanita sholehah di penghujung hari-harinya tinggal di Malang. Ya, 2015 silam ia saya lepas di stasiun Kota Baru untuk bertolak ke Jakarta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

2 tahun kemudian saya nggak sohiban sama lelaki Gemini, hingga akhirnya saya kenal sama mas Tom. Kami sebetulnya nggak punya persamaan apapun kecuali sama-sama nyambung. Mas Tom ini enak banget diajak ngobrol soal seni menulis karena kebetulan ia sarjana sastra. Selain itu ngobrolin soal gagasan-gagasan hasil observasi juga oke. Cuma dia memang semacam ogah ngomongin hal-hal spiritual dan pandangan politik sama saya. Barangkali karena berbeda tapi ya entah, dugaan saja sih. Tapi Mas Tom tetap sohib yang oke.

Yang kemudian baru saya sadari, keempatnya terlahir di tanggal yang sama di bulan Juni, yakni tanggal 3. Ulala, ada apa dengan tanggal 3? Bagi saya, ini unik sih saya bisa sohiban dengan lelaki bertanggal lahir sama dalam fase-fase yang berbeda. Apa kamu pun pernah alami hal serupa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s